Minggu, 20 Januari 2013

Laporan Akhir Tgs Kelp


LAPORAN AKHIR
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PENENTUAN JURUSAN SMA (IPA/IPS/BAHASA)  

     

Disusun Oleh :
KELOMPOK A12.4701

1.      RIRIS NIKEN                            (A12.2009.03589)
2.      SELVI  NOVITA L.                    (A12.2009.03603)
3.   EKA RIANI                                (A12.2009.03793)
4.   NOVI ANDHIKA PUTRI          (A12.2010.04182)


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2012




BAB I
PENDAHULUAN


            1.1    Latar Belakang Masalah
               Pada era globalisasi ini penggunaan teknologi informasi berkembang dengan pesat. Teknologi komputer saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan berbagai bidang dalam kehidupan sehari - hari. Dengan kecanggihan komputer, pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh manusia dapat dengan mudah diatasi dengan penggunaan software komputer. Salah satu fungsi dari software komputer adalah untuk mengolah data menjadi informasi yang diperlukan oleh user.
Dunia pendidikan dituntut untuk melakukan kegiatan operasional secara efektif dan efisien untuk mempertahankan tingkat pelayanan mutu terhadap siswa dan masyarakat. Bagi sekolah – sekolah yang ingin meningkatkan pelayanan dan mutu dalam kegiatan operasionalnya maka sudah saatnya mengganti dari sistem manual menjadi sistem informasi. Adapun kekurangan dari penggunaan sistem manual adalah dengan menggunakan sistem manual maka kegiatan operasional akan sering terhambat atau terkendala dengan waktu dan kesalahan teknik baik penulisan maupun penyajian informasi yang diinginkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam melaksanakan kegiatan operasional sekolah. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan suatu sistem yang dapat mempermudah dan mempersingkat kegiatan dalam pelaksanaan ataupun penyajian sistem informasi seperti penentuan keputusan penjurusan pada sekolah-sekolah.
Sesuai dengan uraian diatas bahwa komputer sangat diperlukan di dalam bidang pendidikan maka hendaknya setiap sekolah sudah memakai sistem komputerisasi dalam pengolahan data. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, SMA yang merupakan Sekolah Menengah Atas dituntut untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam penentuan keputusan penjurusan. Sehingga Sistem Pendukung Keputusan sangat tepat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan penjurusan agar lebih akurat dan mudah.
Berdasarkan hal tersebut, maka kami tertarik untuk membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan pada SMA. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah dan membantu pihak sekolah dalam menentukan penjurusan di sekolah.

            1.2    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya yaitu bagaimana membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan yang dapat digunakan untuk membantu siswa/siswi SMA dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimilikinya.    

           1.3    Batasan Masalah
                  Agar masalah yang dibahas tidak menjadi terlalu luas dan menyimpang dari pokok permasalahan, maka kami membuat sistem penentuan jurusan berdasarkan :
a.          Nilai akademik
b.         Hasil psikotes
c.          Minat
d.         Bakat
                   
           1.4     Tujuan
Tujuan dibuatnya Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan IPA/IPS/Bahasa adalah untuk membantu Siswa/Siswi SMA dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimilikinya.




BAB II
DASAR TEORI


2.1   Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support System (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan.

2.2   Analytical Hierarchy Process (AHP)
Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).
2.3 Perangkat Lunak Pembangun Sistem
2.3.1 Hypertext Preprocessor (PHP)                
PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke client, tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, kita bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP (Actives Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.
2.3.2 MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL merupakan perangkat lunak basis data open source yang paling digemari, karena perangkat lunak ini merupakan perangkat lunak basis data yang powerful dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1    Sumber Data
Dalam menentukan apakah seseorang cocok untuk masuk pada jurusan IPA/IPS/Bahasa di SMA, dibutuhkan data-data yang antara lain dapat diperoleh dari sumber data berikut:
Ø  Sumber data internal, berasal dari dalam intern sekolah
(1)  Data minat siswa/siswi (data hasil bimbingan konseling) 
(2)  Raport pendidikan 
(3)  Hasil Psikotes
Ø  Sumber data eksternal, data tersebut berasal dari luar sekolah
Data-data tersebut dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam penentuan jurusan bagi siswa/siswi SMA. Contoh dari data eksternal untuk sistem pendukung keputusan ini adalah nilai les, dari sumber data eksternal : lembaga bimbingan belajar yang diikuti.

3.2    Permodelan
Dalam SPK ini digunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode untuk mengambil keputusan.
3.3    Skema Konseptual



BAB IV
PERANCANGAN dan IMPLEMENTASI


4.1   Kriteria
        Kriteria pada sistem penjurusan ini yaitu :
(1)  Nilai akademik
(2)  Hasil psikotes
(3)  Minat 
(4)  Bakat

4.2   Alternatif
Pada sistem penentuan jurusan ini, alternatif solusi bersifat tetap,  artinya jumlah dan alternatif solusinya tidak akan berubah. Alternatif solusi yang ada pada sistem pendukung keputusan penentuan jurusan ini antara lain : 
(1)  IPA  :    -  diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPA masuk pada kategori minimal tinggi
- nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang IPA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) cukup
(2)  IPS  :    -   diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPS masuk pada kategori minimal cukup
- nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang IPS (Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Akuntansi, Sejarah) cukup
(3)  Bahasa  :    -  diutamakan hasil psikotes untuk jurusan IPA/IPS masuk pada kategori minimal          cukup
                  - nilai rata-rata untuk mata pelajaran bidang kebahasaan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran muatan lokal bidang kebahasaan  misal Bahasa Jepang) cukup

4.3   Identifikasi Proses
Adapun proses-proses yang ada dalam SPK Penentuan Jurusan SMA sebagai berikut:
1.  Menginputkan data siswa
2.  Proses mengambil nilai raport dari Sistem Informasi Akademik yang sudah disediakan sekolah
3.  Mengisi soal-soal psikotes
4.  Mengisi form minat jurusan
5.  Proses perhitungan / pengkualifikasian jurusan berdasarkan semua data yang telah diinputkan.
6.  Proses menampilkan hasil akhir dari perhitungan

4.4   Identifikasi Objek
Objek yang terdapat dalam aplikasi ini hanya satu yaitu siswa.

4.5  Data Flow Diagram (DFD)




4.6  PSPEK







4.7  ER Diagram

4.8  Desain Dialog
       -     Fill in form (pada proses login)

       -     Question and answer pada tahap pengisian minat

4.9  Komponen Aplikasi
Komponen aplikasi terdiri dari halaman web, serta database. Database pada aplikasi ini ada dua, antara lain :
o Db_sisfo_akademik : database yang menyimpan komponen data akademik, seperti nama siswa, username, serta nilai. Database ini dipergunakan oleh CBIS Akademik (Sisfo Akademik)
o  Db_psikotes : database yang menyimpan nilai psikotes yang diikuti siswa pada CBIS Psikotes

4.10  Penggunaan Aplikasi
-   Tampilan awal
Tampilan awal adalah tampilan login seperti sebagai berikut. Masukan username/nis serta password, kemudian klik login.
Apabila login sukses, maka akan dibawa ke halaman berikutnya, klik START untuk
memulai menggunakan SPK.

         Setelah itu pertama-tama akan muncul nilai rata-rata bidang jurusan yang diambil dari sisfo akademik.

         Setelah itu, hasil psikotes dari sisfo Psikotes.
        Setelah itu, akan diminta mengisi form peminatan.
        Setelah itu akan muncul hasil kuis peminatan jurusan.
        Klik next, dan akan tampil hasil penentuan jurusan, yaitu sebagai berikut :


BAB V
PENUTUP


5.1    Simpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan SMA dapat membantu Siswa/Siswi SMA dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimilikinya.

5.2    Saran
Dalam penerapan sistem pendukung keputusan ini perlu dilakukan sosialisasi antara sekolah sebagai penyedia sistem dengan siswa/siswi SMA kelas X sebagai pemakai dari sistem.



DAFTAR PUSTAKA


Jogiyanto, H.M. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta:Andi Offset.
Kadir, Abdul. (2001). Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP. Andi :Yogyakarta.
Turban, Efraim dkk. Decission Support Systems and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas). Andi:Yogyakarta.





Sabtu, 19 Januari 2013

Proposal Tgs Kelp


PROPOSAL
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PENENTUAN JURUSAN SMA (IPA/IPS/BAHASA)    

   

Disusun Oleh :
KELOMPOK A12.4701
1.      RIRIS NIKEN                            (A12.2009.03589)
2.      SELVI  NOVITA L.                    (A12.2009.03603)
3.   EKA RIANI                                (A12.2009.03793)
4.   NOVI ANDHIKA PUTRI          (A12.2010.04182)


PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2012


       I.            JUDUL
Proyek yang akan kami buat yaitu “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan SMA (IPA/IPS/Bahasa)”.


    II.            PENDAHULUAN
2.1    Latar Belakang Masalah
               Pada era globalisasi ini penggunaan teknologi informasi berkembang dengan pesat. Teknologi komputer saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan berbagai bidang dalam kehidupan sehari - hari. Dengan kecanggihan komputer, pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh manusia dapat dengan mudah diatasi dengan penggunaan software komputer. Salah satu fungsi dari software komputer adalah untuk mengolah data menjadi informasi yang diperlukan oleh user.
Dunia pendidikan dituntut untuk melakukan kegiatan operasional secara efektif dan efisien untuk mempertahankan tingkat pelayanan mutu terhadap siswa dan masyarakat. Bagi sekolah – sekolah yang ingin meningkatkan pelayanan dan mutu dalam kegiatan operasionalnya maka sudah saatnya mengganti dari sistem manual menjadi sistem informasi. Adapun kekurangan dari penggunaan sistem manual adalah dengan menggunakan sistem manual maka kegiatan operasional akan sering terhambat atau terkendala dengan waktu dan kesalahan teknik baik penulisan maupun penyajian informasi yang diinginkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam melaksanakan kegiatan operasional sekolah. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan suatu sistem yang dapat mempermudah dan mempersingkat kegiatan dalam pelaksanaan ataupun penyajian sistem informasi seperti penentuan keputusan penjurusan pada sekolah-sekolah.
Sesuai dengan uraian diatas bahwa komputer sangat diperlukan di dalam bidang pendidikan maka hendaknya setiap sekolah sudah memakai sistem komputerisasi dalam pengolahan data. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, SMA yang merupakan Sekolah Menengah Atas dituntut untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam penentuan keputusan penjurusan. Sehingga Sistem Pendukung Keputusan sangat tepat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan penjurusan agar lebih akurat dan mudah.
Berdasarkan hal tersebut, maka kami tertarik untuk membuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan pada SMA. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah dan membantu pihak sekolah dalam menentukan penjurusan di sekolah.

2.2    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalahnya yaitu bagaimana membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan yang dapat digunakan untuk membantu siswa/siswi SMA dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimilikinya.    

            2.3    Batasan Masalah
                  Agar masalah yang dibahas tidak menjadi terlalu luas dan menyimpang dari pokok permasalahan, maka kami membuat sistem penentuan jurusan berdasarkan :
a.          Nilai akademik
b.         Hasil psikotes
c.          Minat
d.         Bakat

             
 III.            TUJUAN
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan IPA/IPS/Bahasa bertujuan untuk membantu Siswa/Siswi SMA dalam menentukan jurusan yang sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimilikinya.

 
 IV.            DASAR TEORI
4.1    Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support System (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan.

4.2    Analytical Hierarchy Process (AHP)
Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).

4.3    Perangkat Lunak Pembangun Sistem
4.3.1 Hypertext Preprocessor (PHP)             
PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke client, tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, kita bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP (Actives Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.
4.3.2 MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL merupakan perangkat lunak basis data open source yang paling digemari, karena perangkat lunak ini merupakan perangkat lunak basis data yang powerful dan cukup stabil untuk digunakan sebagai media penyimpanan data.


    V.            PERMODELAN
Dalam aplikasi ini digunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode untuk mengambil keputusan. Sedangkan skema konseptualnya dapat digambarkan sebagai berikut :


 VI.            JADWAL KEGIATAN